File Processing dalam Bahasa C
Penggunaan operasi FILE dalam sebuah program sangat
dibutuhkan dalam pembuatan program yang sesungguhnya. Kita membutuhkan file
sebagai tempat penampung data-data selama operasi program. Jika kamu
menggunakan variabel biasa, data yang biasanya diolah program hanya akan
tersimpan sementara dalam memory dan akan hilang ketika program close. Berbeda
dengan memory, penyimpanan data berbasis file akan tersimpan terus walaupun
program telah diclose maupun komputer telah di shutdown.
Pada dasarnya, operasi file terbagi 3 jenis. Read (R),
Write(W), dan Append(A). Read artinya membaca isi file, write menulis data ke
file dan append menambahkan data ke baris terakhir dalam file.
FILE *in=fopen(namafile, mode); Langkah pertama kita wajib
membuka file terlebih dahulu dengan perintah fopen. Fungsi fopen diikuti dengan
2 variabel diantaranya namafile dan mode. Nama file bebas kamu tentukan
sendiri.
Setelah dibuka, file tersebut wajib kita close dengan
perintah fclose(namavariabel). Karena diawal kita membuka file lalu menyimpannya
dalam variabel pointer “in”, maka diakhir program juga wajib menutup file
dengan fopen(in);
Untuk membaca isi file lalu menyimpannya ke dalam variabel,
bisa mengan menggunakan fscanf(namavariabelfile, format);
Write file artinya kita membuka file dalam mode write (siap
untuk ditulis). Dengan menggunakan format yang sama dengan diatas, kita akan
mencoba membuat file baru dengan isi NAMA#UMUR. Menyimpan data ke file bisa
menggunakan perintah fprintf(namavariabelfile, format);
Append artinya menambahkan data pada file baris terakhir.
Jika belum ada data/filenya, maka append akan membuatkan file baru.
Perbedaan Write dan Append adalah Write akan selalu membuat
file baru untuk mengoverwrite file nama. Append, akan menambahkan data ke baris
paling terakhir jika ada file yang dituju. Jika tidak, maka akan membuat file
baru.
Comments
Post a Comment